JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakapolri 2013-2014, Komjen (Purn.) Oegroseno mengatakan ada perbedaan pandangan di tengah polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Menurutnya, apabila selama ijazah palsu tidak digunakan dan disimpan pribadi, maka tidak ada masalah.
Namun kebalikannya, apabila ijazah palsu kemudian dipakai untuk mencalonkan diri sebagai pimpinan, maka itu akan memunculkan masalah.
"Tapi kalau digunakan untuk kepentingan nyalon wali kota, nyalon bupati, nyalon lurah, sampai nyalon gubernur dan presiden, itu baru muncul masalah. Nah makanya selalu saya katakan, seharusnya penegak hukum itu bergerak dari penggunaan ijazah yang diduga palsu. Jadi jangan berangkat-berangkat kalau masih menyangkut ijazah Jokowi, ijazah Jokowi, pasti di sini ada relawan, ada pendukung beliau, ribut terus di masyarakat, tidak akan pernah selesai sampai kapanpun," katanya.
Sebelumnya pada 14 Juli 2025, Presiden ke-7 RI Joko Widodo merasa ada agenda besar politik di balik isu-isu ijazah palsu hingga pemakzulan Gibran.
#jokowi #ijazah #ijazahpalsu
https://youtu.be/go7HCTSbWew?si=uSx_7MircZ6_ifq
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/605320/jokowi-merasa-ada-agenda-politik-di-balik-isu-ijazah-palsu-ini-kata-oegroseno-dipo-investigasi